Minggu, 08 November 2009

The Heartbreak Mended Confession


“M’Husband, I’ve committed an irreversible sin.” She sit next her husband.
His face look blank. He don’t know what to say. Every single word where stored in his mouth imperil both of them.

She is still waiting for a reaction.

“So what d’you want me to do?”

“Don’t you wanna know what kind of sin is it?”

“My dearest, I’m too afraid to know it, I guess it’s better unknown.”

“ But, if I’m not admit it to you I’m afraid, I’ll carry that burden with me along my life...”

“The sin sounds dire, it makes me sure not to know, honey...”. He look his face away.

“I don’t wanna bends ears you. I want your own willingness..”

“What kind of man who is ready to hear treason from his beloved wife?”

“But you have to know, so i wouldn’t be a self-appointed, so I can present you a robust, healthy and upright children. The product of my sin..?”

“What?? What d’you mean by product of your sin. You are not going to tell me that...” He look at his wife with big eyes and blood-red face.

“I’m not gonna tell you a thing, unless you ask me to..”

“Why you make this not easy?. Don’t blame me if I cant help my self to act differently!”

“I expecting you to do so...”

So he kneel down with nonexistent heart, be prepare for the worst. “ Ok, I’m ready, but make it fast. I’m not sure that I can manage my heartbeat.”

She put his head onto her thigh, she caress his hair. Then she whisphers the confession: “Honey, you are diabolic, don’t you realize that you are torturing me all this time.”

He cries, his body shaking. ”I’m sorry ...if that the reason to betraye me, then I’m really sorry...”

“You know what, you are so beatiful, so I can’t take my eyes away from you, I can breath without you by my side, and I’m not sure that I can live this life without your love...So, forgive me to love you that much, so I cast you into my prison. I admit that I love you and the children more than anything on this earth..That is the sin I want to confess you”

He grab her tightly, “You know what, I like this kinda sin...I LOVE YOU TOO, sorry to hide my sin from you too”.


dedicated to my husband, and my children
My first english story and first theme I could imagine is about loving you all so muc
h...

Sabtu, 07 November 2009

Pemimpin di Masa Sulit- "berInvestasi pada Emosi Anda dan Anak-Buah Anda"

Sekarang ini adalah masa-masa gamang
Ekonomi mengambang
Bencana sesekali datang mengancam
Lingkungan jauh dari aman, apalagi nyaman
Berita dimaedia hanya membahas seteru dan reality show palsu yang mengharu biru.

“It’s a crunch time!”

Semua orang tertekan.
Pemakai jalan, macet belum tersembuhkan
Anak sekolah, kurikulum makin memberatkan
Pegawai, takut kehilangan pekerjaan.
Pengusaha , usahanya berantakan
Masyarakat, merasa terabaikan

Di saat masa sulit seperti ini, peran seseorang menjadi begitu besar. Seorang pemimpin akan menuntut anak buahnya untuk mengoptimalkan kinerja mereka. Anak buah akan menuntut pemimpinnya untuk memperjuangkan nasib mereka. Pemakai jalan akan menuntut Polantas mengatur jalan agar macet cepat terurai. Guru-guru menuntut siswanya untuk berprestasi. Orangtua menuntut guru untuk lebih berkualitas, dsb..dsb...dsb.. Mengapa demikian? Beban lingkungan yang begini berat membuat semua orang lebih mudah untuk meletakkan sebagian beban kepundak orang lain. Sehingga MENUNTUT adalah jalan keluarnya.

Bagi PEMIMPIN, inilah masa dimana peran ANDA benar-benar dituntut. Tunjangan, bonus, reward yang diberikan kepada ANDA selama ini merupakan investasi institusi agar ANDA siap untuk mengahadapi masa sulit. Masa sulit seperti SEKARANG!

Tidak diragukan, bahwa PEMIMPIN seperti ANDA juga adalah seorang manusia yang mengalami tekanan dan masalah sama seperti anak-buah ANDA. Tapi jika tanggung jawab dan daya tahan ANDA sama atau bahkan lebih kecil dibandingkan dengan anak-buah ANDA, apakah ANDA merasa layak menjadi PEMIMPIN? Ingatlah bahwa institusi memilih ANDA untuk memimpin begitu banyak anak-buah, karena ia yakin ANDA akan sanggup memimpin mereka dalam segala situasi, BITTER and SWEET.

Ketika kelelahan mental hinggap, ANDA merasa memberikan perhatian pada emosi anak buah ANDA merupakan kemewahan yang tidak perlu. Karena ANDA sendiri tengah sibuk menata emosi ANDA. Justru ANDA menunjukkan sikap kontra-produktif, menunjukan pada anak-buah bahwa ANDA sama pusingnya seperti mereka. Jika ANDA adalah jenis pemimpin seperti itu, maka tidak dapat disangsikan spirit dan energi dalam lingkungan kerja akan terus merosot sampai titik terendah. Bahayanya, kondisi kelompok pada titik ini akan menciptakan pesimisme dan skeptimisme. Dua hal yang tidak bisa diperbaiki dengan uang.

Justru, ketika reward finansial sulit diberikan, investasi emosilah yang harus dilipatgandakan. Investasi jenis ini sama sekali tidak memakan biaya. Ketika ANDA merasa ingin diperhatikan sebagai manusia, maka begitulah gambaran perasaan dari anak-buah ANDA. Semangatnya adalah membangun hubungan yang solid antara menajemen dan karyawan, atasan-bawahan, antar tim, divisi atau bidang. Bentuk investasi nyata dalam bentuk: perbaikan hubungan, peningkatan dukungan, pengembangan rasa percaya. Dan salah satu cara yang terdengar mudah namun sulit dilaksanakan adalah “ holding hands”. PEMIMPIN hendaklah tidak lupa bahwa dia memiliki tugas sebagai PENYELAMAT, PENGGERAK, PENDORONG, dan CHEER LEADER dari kelompoknya. PEMIMPIN adalah pusat emosi kelompok. Jadi ketika pemimpin bersikap sebaliknya, bersikap gloomy, merengut, mengeluh, meraung, menyalak, meratap, maka dengan sangat mudah sikap itu menjalar.
Seseorang yangs angat sadar bahwa roda kehidupan ini berputar berkata, “ Enjoy your moment of truth”. Bahwa kita harus mensyukuri banyak hal, dan mengupayakan banyak hal. Seorang pemimpin yang baik akan berkata, “ Saya ingin mengajak anak-buah saya melihat titik terang di kejauhan dari lorong yang gelap.” Dalam situasi sulit hanya orang yang fanatik dan antusias terhadap kehidupan yang bisa tersenyum. Dia akan berkata, “ Good things will happen, good things do happen”.

Memang benar kata pepatah: “ Orang hebat selalu muncul justru dimasa-masa sulit”.

Termasuk ANDA juga kah?

confession:
I Have to admit, that this is not my note originally. I took it from "Karier", KOMPAS, 7 Nov 2009. Wrote by Eileen & Sylvina Savitri EXPERD.
Edited by purpose.
I want to remain us, as a leader: We have big responsibility to stay happy in any circumstances...

Jumat, 30 Oktober 2009

Fenomena Stasiun Beos vs Fenomena BPS

Kepala dan wakil stasiun Beos dicopot jabatan lantaran tidak berada ditempat ketika Freddy Numbery melakukan sidak Sabtu pagi lalu. Padahal setelah diselidiki alasan ketidakadaan dua pimpinan stasiun itu adalah karena sedang melakukan kerjabakti di Stasiun Pasar Senen. Alibinya diperkuat dengan pernyataan banyak orang yang menjadi saksi. Menhub, mengatakan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh kepala stasiun Beos cukup fatal. Sebelum meninggalkan pos kerja, seharusnya pemimpin memberikan mandat dan tanggung jawab kepada bawahannya. Sedangkan pada hari ini baik kepala dan wakilnya tidak ada di tempat, dengan alasan yangtidak diketahui dan tanpa penyerahan mandat. Sehingga terjadi kekosongan pimpinan.

komen iseng:
Haloooooo Pak Menteri! Mentang-mentang baru dilantik nih, jadi bikin gebrakan-gebrakan nih..Asal ga bikin kaget kayak soto gebrak aja ya Pak! Ada bagusnya sih Pak, bekerja dengan sigap, mengambil keputusan dengan cepat. Sayangnya keputusan terlalu emosional, padahal si Pak Jatun itu sedang kerja juga, tapi di tempat lain. Kasihan ya...Padahal Pak Menteri mengakui kemampuan Pak Jatun sebagai pribadi, tapi memang kesalahannya secara yuridis tidak bisa ditolerir. bayangkan, kekosongan pimpinan! Kalu terjadi disebuah negara bisa terjadi kudeta tuh...hhhhh

Trus, kenapa? Kok repot ngurusin dephub sih..What about our self?
Sadarkah kita kalau seringkali kantor kita kosong-melompong pong...
Kepala kantor dipanggil pimpinan provinsi, kasi tugas task force, ( karena kurang tenaga) TU dan staf turun lapangan juga. Kantor cuma ditunggui oleh orang yang 'ga mau/ga bisa/ga dipercaya' untuk mencacah. Walhasil, ketika ada tamu yang bertanya ini-itu jawabannya: "Maaf Pak, Bu, saya ga tahu. Orang-orangnya lagi pada pergi. Nanti aja kesini lagi."
Dezigg!!
Untungnya Freddy Numberi tidak pernah jadi kepala BPS, kalau iya...abis deh kita dimutasiin semua...hehehhehehehehehe. Pissss.....

Bambang Pamungkas dan Mimpinya

Selain karena kepiawaiannya menggiring bola, tak disangkal Bambang Pamungkas mempunyai nilai lebih karena ketampanannya. Kelebihan itu membuat banyak wanita ikut juga menggemari sepak bola Indonesia.

Penyerang Persija yang telah berumur 29 tahun itu , sedang mengumpulkan 11 anak yang akan dinamainya “laskar pamungkas”. Mereka akan dibina untuk menjadi pesebak bola yang sedianya mampu membawa persepakbolaan Indonesia menjadi maju. Hal ini terlahir karena ternyata begitu banyak anak-anak berpotensi namun tidak mendapat pembinaan apalagi fasilitas yang memadai. Bambang Pamungkas percaya bahwa kita tidak boleh takut bermimpi. Sebagaimana ia pun memulai perjuangannya dengan angan mampu menjadi seperti Kurniawan Dwi Yulianto. Dan terbukti seorang anak desa Getas, Salatiga pun mampu.Tapi mimpi Bambang Pamungkas sampai saat ini tidak terlalu tinggi, targetnya hanya menjadi juara Asia Tenggara di sepuluh tahun mendatang.

Comment iseng:

1. Bambang Pamungkas saat ini sudah punya anak 3. Mungkin karena program pemerintah untuk tidak punya anak yang banyak, akhirnya BP-pun ‘mencari’ anak lain untuk dijadikan tim bola. :P

2. Mungkin BP terinspirasi “laskar pelangi”, sehingga mau bikin “laskar pamungkas”. Mudah-mudahan bukan cita-cita pemungkas ya Bang...

3. Cita-cita memang harus tergantung tinggi. Namun jangan terlalu tinggi sehingga susah meraihnya. Mungkin sebegitu sulitnya persepakbolaan Indonesia untuk maju, BP hanya pasang target juara Asia Tenggara, itupun 10 tahun lagi coy!

4. Mungkin BP ngerasain sendiri betapa sulitnya mencari jalan menjadi pesepak bola, makanya dia merekrut anak Indonesia supaya jadi bibit-bibit unggul. Mungkin dia tidak akan mendapatkan apa-apa saat ini, tapi yang dipikirkan adalah negaranya. Mungkin inilah orang yang akan menjadi pahlawan dimasa depan. Jangan kayak Julia Perez yang jauh-jauh pergi ke Argentina, untuk ‘jualan’ pemain bola ke klub-klub Indonesia.

5. Mungkin jadi atlet di Indonesia tidak berlimpahan harta. Tak jarang pendapatan saat ini tak mampu menanggung masa pensiun mereka nanti. Namun BP ‘berani’ menginvestasikan sebagian pendapatannya untuk masa depan anak-anak Indonesia. Dua jempol tangan dan dua jempol kaki untuk BP! Semoga banyak atlet-atlet Indonesia lain yang punya semangat seperti BP.

Indahnya Bersedekah

Mudah-mudahan ini tidak dikategorikan ‘pamer’ ya. Tapi memang niatnya bukan buat pamer atau apalah. Lebih kepada keinginan untuk menyimpan peristiwa yang begitu menyentuh hati saya, yang ingin terus saya ingat. Apalagi kalau berhasil menyentuh hati anda juga, Alhamdulillah...

Sejak Senin, 23 Oktober hingga 25 Oktober 2009, suami saya menghadapi UTS semester genap. Dia akan berjuang demi masa depan kami sekeluarga. Karena itu saya merasa berkewajiban untuk mendukungnya dia. Dan yang bisa saya lakukan adalah mendoakannya. Sehingga, akhirnya saya bertirakat untuk menjalankan puasa selama dia ujian, Senin-Rabu. Selama itu pula saya rajin membaca kitab suci dan melakukan shalat dhuha serta shalat tahajud. Berdoa semoga Allah memudahkan jalan kami dan memberikan apa yang terbaik bagi kami sekeluarga. Serasa belum lengkap, aku mewakafkan sejumlah uang ke yayasan “Rumah Yatim”. Jumlahnya memang tidak besar. Namun dalam keadaan ekonomi kami saat ini, uang sejumlah itu bisa sangat berarti. Tapi dorongan hati yang sangat kuat mengalahkan perasaan-perasaan negatif. Saya percaya bahwa Allah Maha Kaya, Maha Melihat dan Maha Adil.

Uang itu sebenarnya adalah pendapatan saya yang memang sudah diniatkan untuk didermakan. Rencananya uang itu akan saya berikan saat ramadhan lalu. Namun, waktu itu saya berdiskusi dengan suami, sebaiknya siapa dulu yang kita beri: keluarga atau fakir-miskin-yatim?. Dan keputusannya adalah keluarga.

Hati kecil belum merasa puas, karena memberi pada keluarga seharusnya menjadi kewajiban. Sehingga saya masih memupuk harapan untuk bisa berinfaq-shadaqah. Hingga begitu dorongan hati begitu kuat, tanpa seizin suami saya mendatangi yayasan “Rumah Yatim”.

Perbuatan baik yang tidak dilandasi niat, cara dan jalan yang baik, tentu tidak menghasilkan yang baik pula. Jadi hati saya pun tidak menentu. Walaupun uang yang saya serahkan itu adalah pendapatan saya sendiri, namun rasanya tidak sreg bila tanpa sepengetahuan suami. Hati saya juga ragu, takut pandangan suami malah menyurutkan keinginan saya yang sudah bulat tersebut. Namun dengan berbekal niat hanya untuk ridha Allah, saya pun menguatkan langkah..

Dan ketika ijab kabul terjadi, dimana penerima wakaf membacakan doanya untuk kami semua, tanpa bisa ditahan air mata yang sedari tadi hanya tergenang kini meluap tanpa henti. Gemuruh di dada menandai kebahagiaan yang tiada tara. Betapa ringannya perkara hidup kita dibandingkan mereka yang memerlukan bantuan kecil dari kita seperti ini. Sepanjang doa itu hatiku selalu berdoa agar doa-doa itu diijabah oleh Allah. Amin..
Saya mulai puasa hari senin.
Saya menyerahkan wakaf hari selasa.
Saya menerima telpon dari suami hari rabu. Dia bilang mendapat rejeki, seseorang memberinya kesempatan untuk ikut kursus pengembangan diri. Suatu kursus yang tidak murah biayanya dan lumayan bergengsi.
Subhanallah, Allahu Akbar...Sebegitu cepatnyakah kau memberi hadiah kepada kami, Alhamdulillah...
Ada semangat baru saat ini, percaya bahwa Allah akan mencukupi kita................

Semoga tetap istiqomah!

MONBUSHO RESEARCH STUDENT

Beasiswa Pemerintah Jepang yang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang (Monbukagakusho). Beasiswa ini sebelumnya lebih dikenal sebagai Monbusho. Beasiswa ini meliputi biaya studi dan biaya hidup, tanpa ikatan apapun.

Monbukagakusho ada yang berupa research student dan ada pula pendidikan degree. Adapun pada posting kali ini adalah kilasan Monbukagakusho Research Student.

Monbukagakusho Research Student
Beasiswa ini dinamakan demikian karena beasiswa ini memang diberikan untuk program riset. Program ini merupakan program non gelar yang berlangsung selama 1,5 hingga 2 tahun. Lamanya program ditentukan oleh Monbukagakusho berdasarkan rekomendasi kedutaan atau universitas Jepang.

Beasiswa monbusho research student ini ada 2 macam :
1. Monbusho yang direkomendasikan oleh kedutaan (Monbusho G to G).
2. Monbusho yangdirekomendasikan oleh universitas (Monbusho U to U).

Cara untuk mendapatkan beasiswa Monbusho Research Student :
1. Beasiswa Monbusho G to G.
Biasanya kuota untuk beasiswa ini adalah sebanyak 50 orang. Alokasi terbesar hingga 70 persen diperuntukkan bagi jajaran dinas pendidikan terutama pengajar/dosen. Sisanya baru untuk PNS/karyawan BUMN lainnya.

Syarat:
a. PNS atau karyawan BUMN
b. Memenuhi ketentuan seleksi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.

Saat menjadi research student, para penerima beasiswa akan belajar Bahasa Jepang. Sementara itu, waktu bisa digunakan untuk mendaftar beasiswa S2/S3. Jika diterima maka otomatis status beasiswa research studentnya akan dihentikan dan kemudian terdaftar sebagai penerima beasiswa berikutnya. Setelah menyelesaikan pendidikan S2, para penerima beasiswa juga bisa mendaftar lagi untuk melanjutkan ke S3. Bila diterima maka beasiswapun dapat diperpanjang.

Namun jika sampai masa riset selesai, sedangkan para penerima beasiswa riset belum juga berhasil mendapatkan beasiswa pendidikan, maka akan dipulangkan.
Adapun ujian masuk untuk tiap universitas bisa sangat berbeda, karena ujian masuk dilakukan oleh masing-masing universitas.

2. Beasiswa Monbusho U to U
Beasiswa ini diperuntukkan bagi mereka yang bukan PNS/karyawan BUMN. Rekomendasi untuk beasiswa ini berasal dari profesor Jepang. Profesor inilah yang menyampaikan rekomendasinya kepada universitas, lalu universitas tersebut yang mengusulkan pada Monbusho.
Proses beasiswa ini membutuhkan perjuangan lebih. Pasalnya beasiswa jenis ini lebih merepotkan profesornya. Mulai dari penyortiran CV, pembuatan proposal ke universitas dan seterusnya. Sehingga untuk meningkatkan minat profesor dalam membantu kita, hendaknya mencari bahan riset yang sesuai dengan universitas tujuan dan juga mencari tema yang sangat menarik.

Langkah-langkah yang harus dilakukan:
1. Mencari informasi tentang universitas di Jepang terutama universitas negeri. Universitas negeri mendapat jatah yang sangat besar untuk Monbusho.
Universitas negeri terkenal di Jepang
i. The University of Tokyo http://www.u-tokyo.ac.jp/
ii. Tokyo Institute of Technology http://www.titech.ac.jp/
iii. Kyoto University http://www.kyoto-u.ac.jp/
iv. Tsukuba University http://www.tsukuba.ac.jp/
v. Osaka University http://www.osaka-u.ac.jp/
vi. Nagoya University http://www.nagoya-u.ac.jp/
2. Kontak salah satu Professor Jepang. Pilih yang sesuai yang bidang anda dan menjalin relasi by lewat e-mail, surat pos, Facsimile, maupun telepon.
3. Usahakan mendapat Professor yang senior, yang sudah Full Professor bukan yang Associate Professor. Jika pendaftar terlalu banyak, biasanya akan dilakukan seleksi, salahsatunya adalah melihat senioritas profesor.
4. Mengirimkan surat perkenalan pertama. Isinya: CV, ringkasan riset yang pernah Anda kerjakan dan rencana riset/tema riset yang ingin dilakukan.
5. Menanyakan apakah profesor tersebut tidak keberatan untuk mengusulkan nama Anda pada universitas sebagai penerima beasiswa Monbusho.
6. Mengikuti Monbusho yang diselenggarakan oleh kedutaan. Jika telah berhasil, bisa mengontak profesor tersebut untuk menjadi pembimbing Anda.
Setelah dapat pemberitahuan bahwa Anda dinyatakan sukses sebagai penerima beasiswa Monbusho, Anda akan mendapatkan sertifikat pernyataan bahwa Anda berhak menerima beasiswa Monbusho untuk research student.

Sumber: www.geocities.com/amwibowo/monbusho.txt

BEASISWA DOKTORAL RISET dari NATIONAL UNIVERSITY OF SINGAPORE

Asia Research Institute menawarkan beasiswa riset doktoral , yang mencakup tema dibawah ini:
- THE CHANGING FAMILY IN ASIA
- ASIAN MIGRATION
- RELIGION & GLOBALISATION IN ASIAN CONTEXTS
- CULTURAL STUDIES IN ASIA
- COLD WAR IN ASIA
- SUMATRA HERITAGE, ARCHAEOLOGY AND RECONSTRUCTION

Para peminat diharapkan mempunyai latar belakang pendidikan yang berkaitan dengan tema riset diatas. Namun tidak menutup kemungkinan untuk yang mempunyai latar pendidikan lainnya.

Aplikasi diharapkan bisa diterima tanggal 15 November 2009. Prosedur aplikasi dan form yang dibutuhkan bisa didapatkan dari NUS website dengan URL: http://www.nus.edu.sg/registrar/edu/gd-applnres.html

The following interdisciplinary areas or "clusters" are offering scholarships:
1) THE CHANGING FAMILY IN ASIA
(Research Leader: Prof Gavin Jones)
This cluster explores the dimensions of family change in the region, their causes and their implications. These dimensions include rising ages at marriage, declining size of the nuclear family, increase in one-person households and alternative family forms, changing gender roles within families, and changes in family structures. They are studied in the context of the changing political-economic structures and changing state/family roles in provision of services and support.

2) THE MIGRATION CLUSTER
(Research Leader: Professor Brenda Yeoh) explores the issues arising from increased levels of human mobility in the region, both within and across national borders. Mobility of high-level professional and managerial personnel, labour migration, both documented and undocumented, and human trafficking all raise theoretical and methodological questions and major policy issues, as does the role of migration in urban change.

3) THE RELIGION AND GLOBALIZATION CLUSTER
(Research Leader: Professor Bryan Turner) explores the changing patterns of religious practice, belief and identity in recent times, particularly in Southeast Asia, China and South Asia.
The title implies a particular interest in transnational and diasporic interactions, the engagement with modern technologies and values, and new global or `glocal´ forms of identity.

4) THE CULTURAL STUDIES CLUSTER
(Research Leader: Professor Chua Beng Huat) consciously challenges disciplinary boundaries to address new topics, issues and concerns thrown up by the rapid globalization of contemporary cultures.
ARI is interested in new understandings of the everyday life cultural practices of contemporary Asia, as in adaptations of older patterns in literature, and the performing and graphic arts, in rapidly changing contemporary conditions.

5) THE SOUTHEAST ASIA-CHINA INTERACTION CLUSTER
(Research Leader: Professor Anthony Reid) will welcome students in two project areas: The Cold War in Asia, relating particularly to relations between the two Chinas (CCP and KMT) and the parties, movements and governments of Southeast Asia; and issues of heritage recovery and archaeology in Aceh and Sumatra more generally.

6) THE ASIAN CITIES CLUSTER (Research Leaders: Prof Heng Chye Kiang & Prof Chua Beng Huat) is housed in School of Design and Environment (SDE), Department of Architecture (NUS).
This cluster focuses especially on cutting-edges areas of rapid change and the identity of Asia cities, notably including: the impact of rapid urbanization, adapting and conserving heritage to a changing urban environment, and urban environmental planning. It will build collaborative and interdisciplinary connections among the colleagues from the Humanities and Social Science faculties in NUS.

For enquiries, please contact:
Ms Kristy Won
Asia Research Institute
email: arisec@nus.edu.sg
Tel: (65) 6516 3810
Fax: (65) 6779 1428

Source: http://www.ari.nus.edu.sg/article_view.asp?id=10